Jumat, 24 Juni 2016

Masih ingat klub Drama kan? dalam klub Drama Amik mengenal beberapa senior yang juga berperan penting dalam kisah ini, mereka adalah Mas Yudha, Mas Awan, Mas Wira, dan Mas Fuad. Mas Yudha dan Mas Awan adalah kakak tingkat 2 tahun di atas Amik, sedangkan Mas Wira dan Mas Fuad 1 tahun di atas Amik.

Mas Yudha berasal dari Sidoarjo, yang kebetulan sekali jarak rumahnya sekitar 15 menit dari rumah Amik jika ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor. Mas Awan berasal dari Surabaya, dia adalah Senior yang punya wajah cukup menyeramkan untuk awal pertama tatap muka. Mas Wira berasal dari Kediri dia adalah senior yang paling ahli membuat masalah, apalagi masalah menyakiti wanita. Mas Fuad berasal dari Jombang, dia ituu termasuk senior yang baik dengan teman-temannya, jadi ya nggak heran, kalau Mas Fuad punya banyak teman. Kebetulan sekali mereka semua juga mengikuti klub musik Jepang, yang biasa disebut klub Taiko.

Berawal dari klub Taiko juga kisah itu bermula, dengan mengenal satu sama lain. Menciptakan kisah-kisah yang bisa merubah seseorang, dari yang dulunya sangat ceria menjadi pendiam, yang dulunya suka berteman dengan siapapun, jadi penyendiri, yang dulunya suka menolong menjadi seseorang yang butuh pertolongan.

Kekejaman dari seorang teman yang sangat dipercaya, pengkhianatan telah merubah segalanya, tanpa sedikitpun tanggung jawab yang di lakukannnya. Seseorang yang memilih bahagia di atas kesedihan temannya, dengan merusak masa depan yang sudah di jaga dengan baik selama bertahun-tahun. Kini hanyalah kesedihan yang selalu terbayang, menyalahkan diri sendiri, menyesal tiada henti, karena pengkhianatan seorang teman.

"Kebahagiaan tidak dapat dibeli dengan menyakiti hati orang lain"


Sudah lama sekali, karena ada seseorang yang menyarankan diriku untuk merenung, membuatku ingin menulis beberapa kata lagi disini.

Memasuki semester pertama perkuliahan, Amik mulai dekat dengan 4 teman sekelas yang tinggal satu asrama dengannya. Mereka adalah Ika, Ila, Ayi, dan Anggi. Ika berasal dari Pasuruan, dia tinggal tepat disebelah kamar Amik, dia adalah teman yang sangan menyukai anime Jepang. Ila berasal dari Blitar, dia adalah teman yang suka bergaul, dia juga baru memulai belajar bahasa Jepang di kampus itu, hanya saja dia lebih cepat menyesuaikan dirinya. Ayi berasal dari Mojokerto dia adalah teman yang paling kecil diantara mereka, kecil dalam makna sebenarnya. Anggi berasal dari Madura, tapi dia juga punya tempat tingga di Surabaya.

Di jurusan ini setiap mahasiswa disarankan mengikuti klub jurusan. Amik, Ika, dan Ila mengikuti klub Drama. Pada awalnya mereka sedang bercanda di area kampus, Ika dan Ila suka tertawa karena tingkah laku Amik yang menggemaskan, waktu itu, si Ika spontan saja mengatakan "ikut klub drama yuk, sayang kalau bakat gilamu tidak tersalurkan Mik :D ". Dan si Amikpun tanpa ragu langsung mengajak Ika dan Ila untuk datang ke klub Drama.

klub Drama, dari klub Drama inilah Amik mulai mengenal senior-senior yang menghasilkan Drama di dalam Drama, yang kisahnya bisa dikatakan lebih rumit dari drama-drama pada umumnya, entah karena sudah mahir dalam Drama, atau hanya ingin mendapatkan perhatian semata, yang jelas, ini adalah kisah nyata tanpa rekayasa sedikitpun, yang entah bisa di percaya atau tidak, bahkan sampai saat ini, kisah ini masih belum berakhir.