Ketika menulis kata Jepang, pena itu berhenti menumpahkan tintanya. Wajahnya begitu mendung, air mata mengalir deras, teringat sesuatu yang selalu mengganggu pikirannya.
Entah harus dimulai dari mana kisah ini, kisah yang lama dia pendam sendiri, karena percaya pada janji yang dikhianati begitu menyayat hati.
Keceriaan, senyuman, selalu terlukis indah di wajahnya, menutupi semua kisah sedih yang di alaminya. Namun semua itu bisa berubah, ketika orang yang disayangi mengkhianati dirinya.
"aku pulang dulu ya" sms yang pertama kali kamu kirimkan, masih dia ingat jelas dengan balasannya "maaf ini sapa?" dari sini lah, awal perkenalan mereka, yang masih berlanjut hingga tahun kelima ini.
Lima tahun telah berlalu, rasanya baru saja kemarin mereka bertemu. Sekarang konflik itu semakin membara. Menyerang hati yang tak terobati, semakin hari semakin menderita saja yang dia rasakan. Dia sudah lelah! kamu tidak akan pernah berubah! begitulah kamu! dia mengenalmu dengan sangat baik, semua tingkah lakumu, semua kebiasaanmu, dia mengetahui semuanya, bahkan semua jadwalmu terekam rapi di ingatannya.
Lima tahun itu bukanlah waktu yang sebentar, masalahnya bukan pada tahunnya, masalahnya ada pada hari-hari yang kamu lalui bersamanya. Dia bisa melihat ketidak jujuranmu dalam hal apapun, entah kamu sudah menjadikannya apa dalam hidupmu, dia sudah mengalaminya.
Dia juga manusia sepertimu! Dia juga perlu dihormati, perlu diperlakukan dengan baik. Sebenarnya dia sudah tau kenapa kamu melakukan itu, Dia hanya memiliki harapan kejujuran terlahir dalam dirimu. Tapi kamu lebih memilih kebohongan yang melindungi dirimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar