Setelah berjam-jam menunggu, waktu begitu cepat berlalu, pada akhirnya dia memutuskan untuk izin tidak mengikuti acara komunitas sampai akhir. Dia harus mencari informasi dan mengurus semua urusan kampusnya sendiri, karena sampai detik ini juga, teman SMAnya belum memberinya kabar apapun.
Semua berjalan dengan lancar, dia mendapat tempat tinggal sementara di asrama yang jaraknya lumayan dekat dengan kampus, kira-kira kalau ditempuh dengan berjalan kaki, menghabiakan waktu sekitar 15 menit.
Fakultas otak kanan, jurusan bahasa asing, program studi bahasa Jepang, disanalah dia melanjutkan studi setelah SMA, tidak ada satupun orang yang dia kenali disana, lagi-lagi dia harus menghadapi hal-hal baru, suasana baru, teman-teman baru, semuanya baru.
Jurusan yang dia pilih ini, bukanlah jurusan yang sudah dia tekuni, namun jurusan ini adalah jurusan yang sama sekali belum dia pahami. Salah satu alasan kenapa dia memilih jurusan ini adalah karena teman SMA yang sampai saat ini belum menjawab pesan yang dia kirim lewat SMS dulu. Lebih jelasnya jurusan ini adalah pilihan teman SMAnya itu, yang pada awalnya dia hanya bermaksud untuk mengantar temannya, sedangkan dia hanya coba-coba ikut mendaftar, yang ada dipikirannya saat itu adalah, kalau sampai dia diterima di Universitas yang dia pilih, pastilah teman SMAnya juga diterima, karena yang dia pilih sama persis dengan yang dipilih teman SMAnya itu, lagi pula teman SMAnya ini sejak SMA juga sudah mahir berbahasa Jepang, jadi bisa belajar bersama.
Namun, Tuhan punya maksud lain, teman SMAnya tidak ditakdirkan untuk menemaninya di Universitas tersebut, dia harus memulainya sendiri, sungguh semua diluar yang sudah dia rencanakan, sejak inilah kisah barunya dimulai, dia bertemu dengan teman baru di asramanya, bertemu dengan teman baru dikampusnya, juga bertemu dengan orang baru di klub yang dia ikuti . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar